"Ayu bangun,sudah siang,nanti rejekinya dipatok ayam!",hah ada2 saja,dari nenek buyut gue masih idup sampai sekarang,selalu itu,apa tidak ada kata2 lain? Hah? Dipatok ayam? Mana mungkin.
Pagi itu gue bener2 kesel sama emak gue yang bangunin gue pagi2 dan mengatakn kata itu "nanti rejekinya dipatok ayam",tapi akhirnya gue bangun juga,beberapa jam setelahnya,hehehe. Seperti yang biasa kalian lakukan,hal pertama yang gue lakuin setelah bangun adalah ngecek hp.Gue ngeliat hp dan merasa galau karena gak ada pulsanya,artinya gak ada bbman,instagraman,browsingan,dll.
Akhirnya gue memutuskan untuk beli pulsa 30 ribu buat paketan.
Singkat cerita,di perjalanan gue masih rada2 ngantuk,dan yah konsentrasinya belum bagus,dan tibalah gue di counter,"beli pulsa tante,pulsa 30 ada gak?","nnt tante kirim dua kali aja,pulsa 20 trus pulsa 10" lalu gue nulis nomer gue,setelah gue nulis nomer gue,si tante mulai sibuk ngetik make hpnya,gak lama gue sadar kalo ternyata nomernya salah 1 digit,tapi reaksi gue santai soalnya itu belum lama,kayaknya si tante belum ngirim,tapi jeng-jeng "wah,udah terkirim" sambil memperlihatkan mukanya yang tersenyum tapi lebih ke tertawa,tapi gue ngerasa diledekin,tertawa diatas penderitaan orang lain,belu cukup sampai disitu si tante bersuara lagi "yang kekirim pulsa 20","ya udah tante kirimin 10 lagi aja" dengan muka memelas,abis itu gue bayar,dan si tante masih tertawa,gue bayar 50 ribu,kembaliannya 4 ribu dan itu duit 50 terakhir di dompet gue.
Di perjalanan pulang gue mikir gimana tu pulsa bisa balik,apa gue sms ke org tempat pulsanya nyasar yah? Tapi mengingat beberapa teman yg udan gak mau ngembaliin pulsanya kalo nyasar,gue ngurungin niat gue buat sms si empunya nomer,yah kesambet malaikat mungkin,gue berpikir,ya udah ikhlasin aja,itung2 amal,mungkin si empunya nomer lg butuh pulsa banget.
Ya udah,jadilah hari itu gue apes,dan gue inget kata2 emak gue,jangan bangun kesinangan,nanti rejekinya dipatok ayam.Yes mom,udah dipatok kok :'(
Emak emang pesulap :* ♡
Sabtu, 14 Februari 2015
Jangan bangun kesiangan,nanti rejekinya dipatok ayam!
Sabtu, 07 Februari 2015
Nasib Semua orang sama,tapi......
Nasib semua orang sama? Loh kalau begitu,harusnya semua orang sukses dong? Tapi kenapa ada pengemis,tukang becak,dll?
Bukan begitu,Nasib semua orang sama,tapi ada yang membedakan,apa itu? USAHA.Nasib semua orang sama yang membedakan adalah usahanya.
Analoginya seperti donat,kita dilahirkan sebagai donat yang terbuat dr bahan2 yang sama,dari terigu,mentega,dll.nah sebatas donat tanpa meses,atau butiran gula halus,atau berbagai tambahan seperti donat di dunkin donut ataupun j.co.nah adanya butiran gula halus,meses,dan pemanis lainnya adalah bagian dari usaha,bagaimana kita berusaha untuk mengembangkan diri kita sehingga kita layak dijual! Dan bergengsi.
Sekedar donat biasa saja tidak cukup,tidak enak,tidak layak dijual,makanya donat tanpa rasa(usaha) tidak akan ada yang membelinya,beda dengan donat dengan butiran gula,nah donat dengan butiran gula beda lagi dengan donat dengan meses coklat polos,meses coklat polos beda lagi dengan meses dengan berbagai macam warna dan rasa,donat dengan meses berbagai macam warna beda lagi dengan donat dari dunkin donut atau j.co(donat yang memiliki brand).
Jadi sekarang tinggal kita yang memilih mau jadi donat apa,usaha yang akan kita lakukan sebesar apa,karena usaha selalu berbanding lurus dengan hasil,usaha kecil=hasil kecil,usaha sedang=hasil sedang,usaha besar=hasil besar,usaha maksimal=hasil maksimal!
Karena usaha keras itu tak akan mengkhianati.
Nah karena itu jangan lagi kita berpikir bahwa nasib orang berbeda2,jangan berpikir bahwa saya tidak bisa sukses.
Setiap orang berhak sukses,Semua orang berhak sukses,Tapi apakah semua orang usahanya sama? TIDAK! oleh karena itu berusahalah menjadi yang terbaik!
See you at the Top!
Kamis, 05 Februari 2015
Ketika makhluk sosial berubah jadi makhluk media sosial
Hy guys,pasti ngerti kan maksud judul yang gue kasih buat tulisan gue.
Nah,nah yang sekarang lagi baca post ini pasti tersinggung juga nih kan? Heheheh
Hmm guys guys pasti banyak nih diantara kalian yang pernah liat sekelompok orang lagi ngumpul,nongkrong gitu yah,lagi meet up katanya tapi pada sibuk sama gadgetnya masing-masing,lahh mau ketemu temen2 kok malah sibuk sama gadget masing-masing,kapan ngobrolnya? Sebenernya ngobrol sma temen apa sama gadget?
Nah mahasiswa yang cakep2 sebaiknya kita sebagai generasi penerus bangsa selalu menyikapi perkembangan zaman dengan bijak.
Masa' apa2 harus lewat media sosial sih,kayak sekarang lagi ngetrend,gws yah,atau selamat ulang tahun,atau selamat atas pernikahannya.
Lalu bagaimana kalau dia meninggal apakah kita juga hanya akan menyampaikan rasa belasungkawa kita lewat medsos?
Hmm memanglah lebih baik silaturahmi secara fisik,tatap muka secara langsung,jangan melulu lewat medsos.
Rabu, 04 Februari 2015
DIAM,entah benar2 emas atau....
Diam itu emas,kata orang2,tapi semua ungkapan tidak mutlak berlaku dalam semua keadaan.Diam itu emas tidak berlaku saat sidang skripsi.Diam itu emas tidak berlaku saat dosen membutuhkan penjelasan yang akan mempengaruhi nilai.
Aku sendiri belum pintar,belum bijak dalam penempatan waktu diam itu sendiri.Aku sering menjadi tempat curhat sahabat2ku,teman2ku,dan orang2 yg belum begitu kenal denganku,tapi mungkin mereka tidak pernah puas bercerita padaku karena aku hanya kebanyakan diam,bukan tanpa alasan tapi kadang2 aku berpikir,solusiku belum tentu baik,aku takut malah membuat masalahnya makin runyam,bukan malah membaik,aku lebih banyak diam yang mungkin membuat si pencerita jengkel(mungkin),tapi menurutku menjadi pendengar adalah solusi yang terbaik karena kadang2 seseorang tahu sebenarnya apa yang harus dan benar dilakukan namun butuh waktu,saat mereka curhat mereka memang hanya ingin mengeluarkan unek2,serta kekesalan agar tidak dipendam sendiri.
Aku sendiri yang kadang2 bercerita meminta pendapat pada sahabat2ku tidak selalu setuju dengan pendapat mereka tentang keputusan yang harus saya ambil karena mereka tidak benar2 tau apa yang saya rasakan meski sudah bercerita banyak,karena memang hanya saya yang benar2 tau bagaimana hati saya dan saya harusnya benar2 tau bagaimana menetralkan kembali rasa sakit itu.
Kalau disebut pendengar yang baik saya bisa,bahkan sangat bisa,menurutku aku orang yang bisa dipercaya menjaga rahasia,karena memang begitulah aku dari dulu,kalo orang bilang itu rahasia,masuk telinga kanan keluar telinga kiri,selalu itu yang menjadi prinsipku soal rahasia.Mungkin karena aku juga jarang bergosip(bukan tidak pernah,tapi jarang),entah mengapa,aku tidak suka bergosip,karena itu d sma aku kebanyakan bergaul dengan laki2,karena cowok jarang (bukan tidak pernah) bergosip.
Menurutku para lelaki juga asik,pemikirannya santai2 aja,gak kayak cewek2,rempongg!
Yaa itulah yang orang2 katakan tiap orang berbeda2,menurutku begitu.