Minggu, 30 Agustus 2015

Kenapa kau begitu mempercayaiku? Aku bahkan tidak begitu percaya pada diriku sendiri.

Senin, 24 Agustus 2015

Sajak "lah" judulnya

Apalah bedanya hanya diam menunggu dan mengejar bayangan semu,samalah kosong.Tapi ada yang bilang katanya usahalah dulu,setidaknya tahu membuat puas hati.Karena ketidakjelasanlah yang membuat gelisah,risaulah hati,gundah gulana.adalah juga yang bilang kalau sudah tahu akhirnya buat apalah membuang tenaga seperti menjaring angin.
Apalah daya tangan tak sampai,entahlah tangan yang kurang panjang atau diakah yang terlalu jauh.
Jikalau tangan yang kurang panjang bisalah kuambil galah, mungkin bisalah meraihmu. Namun jikalau dialah yang terlalu jauh,semakin jauh dan tak berusahalah ia mendekat sudahilah saja,kukatakanlah pada hati sabarlah,ia bukan jodohmu.Tak mungkinlah memaksa sesuatu yang bukan punyamu.
Temankulah datang dia bilang ikhlaslah menerima,kutanya padanya apalah yang kuterima?
Dia telah pergi apalah yang kuterima? Sakit hatikah? Ikhlaskah yang namanya sakit hati? Tentulah tidak. NAmun saat melepas disitulah terdapat ikhlas. Ikhlas bukanlah menerima tapi melepas.
Bertanyalah lagi temanku lalu kemanalah kamu akan pergi sekarang?
Kemana? Kemanalah yang hatiiku mau,karena hatilah kompasku.Dia selalu tahu harus kemana.Dia tak pernah menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.Namun kadang terlalu baiklah hati hingga ia maulah dibohongi oleh hati yang lain,itulah sakit hati.
Tapi tak selamanyalah hati sakit,suatu saat dia akan bertemu hati yang setia,tak adalah lagi sakit hati,selamanyalah mereka bersama bahkan saat raga dari sang pemilik hati tak bernyawa lagi tetaplah hati bersama,tak akan mati.
karena aku yakinlah jika bisa yang masih hidup memberi  setengah nyawanya pada yang telah mati,maulah ia karena tak bisalah ia hidup tanpa separuh dari jiwanya,itulah cinta sejati.