Selasa, 18 November 2014

Aku bukan MAHAsiswa sini,tapi aku lebih peka

Aku lupa kapan aku melihat kejadian ini intinya lg di kampus jam kuliah,heheh.
Waktu itu masuk ke perpus,ada seorang lelaki,menurutku dia udah semester tua gitu lah,dia masuk perpus,tampangnya lagi kebingungan,tidak lama dia menghampiriku "mbak,kalo bukan mahasiswa undip boleh gak baca buku disini?"
Oalah dia ternyata bukan mahasiswa undip,pantesan kebingungan,"gak tau mas,maaf Yah",karena bener2 aku gak tau.Aku msh lama memperhatikannya,kasian jga liatnya.Gak berapa lama,dia nanya ke pegawainya,aku liat sih dibolehin,dia lalu nyari2 buku.
Yah,saat itu juga aku merasa bersyukur sama Tuhan,bisa masuk di undip dan menikmati fasilitas yang ada,pikirku kenapa dia gak ke upt perpus undip yg lebih lengkap? Dia malah ke perpus fsm.apa dia tidak tau? Ah entahlah yg jelas aku merasa bersyukur sama Tuhan.
Selang beberapa lama,aku sedang duduk di taman baca,sedang menunggu teman.
Aku melihatmya lagi,dia sedang membaca di papan pengumuman,dia begitu antusias meski papannya hampir lepas.
Setelah membacanya aku melihat dia merogoh tasnya lalu mengeluarkan cutter,ia tampak kesusahan memperbaiki papan yang hampir lepas itu,sementara mahasiswa lain yang berada disitu hanya MENONTON,ya termasuk aku,kuakui,aku jujur malu karena aku gak kenal dia dan dia laki2.
Tapi setelah lama menonton ada juga yang tergerak hatinya untuk membantu,seorang lelaki juga.Mereka kemudian memperbaiki bersama2 hingga papan tersebut bagus kembali.
Aku merasa kejadian ini berkesan buat aku,dia orang baru yang baru liat papan itu rusak langsung berinisiatif memperbaiki,dan satu lagi dia bukan mahasiswa undip,sementara mahasiswa resmi yang tiap hari berlalu lalang disitu sama sekali tidak ada yg peka,tidak ada yang peduli,mau itu rusak,lepas,gak peduli.
Yah termasuk aku.
Semoga dengan kejadian ini kita lebih bisa introspeksi diri dan lebih peduli terhadap lingkungan kampus kita.
Kampus kita rumah kita. 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar